Atin Argianti (18709251001/ PM A)
Selasa, 4 September 2018
Pada awal kuliah
filsafat, Pak Marsigit menyampaikan kontrak kuliah. Dalam mata kuliah filsafat
ilmu menggunakan kuliah metode online, tatap muka, dan refleksi. Filsafat
merupakan pikiran para filsuf. Ada beberapa filosofi, turun ideologi, turun
paradigma, turun teori, turun model, turun sintaks, dan paling rendah contoh.
Segala ilmu ada dua hal. Semua ilmu ada dua hal yaitu objek material dan objek
formal. Objek material itu isinya, objek formal itu metodenya. Engkau melihat
ada dua hal, apa yang kau lihat dan bagaimana cara kau melihat. Semua ilmu ada
dua hal. Sebenar-benarnya filsafat itu berpikir.
Tingkatan paling
tinggi yaitu spiritual. Sebelum berfilsafat kuatkan dulu agamamu, doa dan
ibadah ditingkatkan. Berfilsafat itu kembali ke diri kita masing-masing. Filsafat
adalah refleksi kita dalam melihat diri sendiri, sehingga kalau kita sudah
mampu merefleksi diri kita, maka sebenarnya kita sudah berfilsafat. Dan
filsafat merupakan ilmu tentang aturan – aturan, meskipun filsafat sendiri
tidak beraturan. Tingkatan kedua yaitu filsafat. Filsafatnya bersilfat,
sifatnya orang berfilsafat. Sifatnya bermacam-macam, berusaha memahami sifat,
karakter atau ciri-ciri berfilsafat. Filsafat itu olah piker, walaupun tidak
hanya itu. Filsafat itu dibawah spiritual tapi tidak pernah menjangkau
spiritual, karena beda domain. Domain filsafat itu pikiran, sedangkan domain
spiritual itu hati dan yang lainnya. Filsafat itu lebih lembut dari benda yang
paling halus. Yang bisa mengalahkan kelembutan filsafat adalah kelembutan hati.
Tidak ada yang bisa mengalahkan spiritual. Karena filsafat itu bisa mengisi
ruang tanpa mengisi.
Beberapa Adab yang
ada dalam filsafat adalah (1) semua kembali kepada Tuhan (spiritual); (2)
kesombongan adalah penghambat filsafat ilmu, karena kesombongan berarti menutup
diri dan tidak mau menerima saran dari orang lain; (3) Membangun hidup
merupakan prinsip dari filsafat; (4) Ilmu dimulai dari pertanyaan, karena
filsafat adalah pertanyaan; (5) Filsafat adalah isi sekaligus wadah sebagai
obyek formal dan nonformal; (6) Bahasa filsafat adalah bahasa analog (bahasa
hati); Filsafat ada di dalam ruang dan waktu; (7) Yang dikehendaki dalam
filsafat adalah penjelasan, bukan jawaban, karena sebenar-benar filsafat adalah
penjelasan; (8) Filsafat ada di dalam ruang dan waktu, filsafat juga menembus
ruang dan waktu agar dapat berpikir kritis; (9) Kontradiksi adalah awal dari
ilmu. Jikalau kita ingin mencari ilmi, siapkanlah pikiranmu dalam kontradiksi,
tetapi jangan biarkan hatimu dalam kontradiksi, karena sejatinya itu adalah
setan.
Berfilsafat itu
bisa dari apa saja, apa saja yang dipikir, diihat, didengar dan dirasakan
sebagai awal berfilsafat. Berfilsafat bisa berangkat dari hal yang sepele.
Filsafat mempunyai kurikulum yang tidak jelas. Filsafat dari merasa jelas ke
merasa tidak jelas. Kita beda dimensi. Apa yang kita dengar dan kita lihat
adalah kualitas pertama. Semua yang ada merupakan awal untuk berfilsafat. Apa
yang kita lihat adalah kualitas satu, sedangkan metafisik adalah kualitas
lebih. Metafisik yang disebalik yang nampak.
Ilmu itu tidak
fakir, tidak berilmu itu fakir, fakir cenderung miskin, orang yang tidak
berilmu itu cenderung miskin, orang miskin cenderung tidak berilmu. Jadi,
miskin itu cenderung fakir. Pendidikan adalah ciri keberadaban kemajuan bangsa.
Cerdas itu tidak hanya dipikiran tetapi di hati dan tingkah laku juga. Belajar
itu hidup. Artinya hidup adalah menembus ruang dan waktu. Belajar filsafat
tidak sekedar orang dewasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar