Minggu, 14 Oktober 2018

FILSAFAT ADALAH DIRI SENDIRI

Refleksi - Kuliah Prof. Marsigit
Atin Argianti (18709251001/ PM A)
Selasa, 4 September 2018

Pada awal kuliah filsafat, Pak Marsigit menyampaikan kontrak kuliah. Dalam mata kuliah filsafat ilmu menggunakan kuliah metode online, tatap muka, dan refleksi. Filsafat merupakan pikiran para filsuf. Ada beberapa filosofi, turun ideologi, turun paradigma, turun teori, turun model, turun sintaks, dan paling rendah contoh. Segala ilmu ada dua hal. Semua ilmu ada dua hal yaitu objek material dan objek formal. Objek material itu isinya, objek formal itu metodenya. Engkau melihat ada dua hal, apa yang kau lihat dan bagaimana cara kau melihat. Semua ilmu ada dua hal. Sebenar-benarnya filsafat itu berpikir.
Tingkatan paling tinggi yaitu spiritual. Sebelum berfilsafat kuatkan dulu agamamu, doa dan ibadah ditingkatkan. Berfilsafat itu kembali ke diri kita masing-masing. Filsafat adalah refleksi kita dalam melihat diri sendiri, sehingga kalau kita sudah mampu merefleksi diri kita, maka sebenarnya kita sudah berfilsafat. Dan filsafat merupakan ilmu tentang aturan – aturan, meskipun filsafat sendiri tidak beraturan. Tingkatan kedua yaitu filsafat. Filsafatnya bersilfat, sifatnya orang berfilsafat. Sifatnya bermacam-macam, berusaha memahami sifat, karakter atau ciri-ciri berfilsafat. Filsafat itu olah piker, walaupun tidak hanya itu. Filsafat itu dibawah spiritual tapi tidak pernah menjangkau spiritual, karena beda domain. Domain filsafat itu pikiran, sedangkan domain spiritual itu hati dan yang lainnya. Filsafat itu lebih lembut dari benda yang paling halus. Yang bisa mengalahkan kelembutan filsafat adalah kelembutan hati. Tidak ada yang bisa mengalahkan spiritual. Karena filsafat itu bisa mengisi ruang tanpa mengisi.
Beberapa Adab yang ada dalam filsafat adalah (1) semua kembali kepada Tuhan (spiritual); (2) kesombongan adalah penghambat filsafat ilmu, karena kesombongan berarti menutup diri dan tidak mau menerima saran dari orang lain; (3) Membangun hidup merupakan prinsip dari filsafat; (4) Ilmu dimulai dari pertanyaan, karena filsafat adalah pertanyaan; (5) Filsafat adalah isi sekaligus wadah sebagai obyek formal dan nonformal; (6) Bahasa filsafat adalah bahasa analog (bahasa hati); Filsafat ada di dalam ruang dan waktu; (7) Yang dikehendaki dalam filsafat adalah penjelasan, bukan jawaban, karena sebenar-benar filsafat adalah penjelasan; (8) Filsafat ada di dalam ruang dan waktu, filsafat juga menembus ruang dan waktu agar dapat berpikir kritis; (9) Kontradiksi adalah awal dari ilmu. Jikalau kita ingin mencari ilmi, siapkanlah pikiranmu dalam kontradiksi, tetapi jangan biarkan hatimu dalam kontradiksi, karena sejatinya itu adalah setan.
Berfilsafat itu bisa dari apa saja, apa saja yang dipikir, diihat, didengar dan dirasakan sebagai awal berfilsafat. Berfilsafat bisa berangkat dari hal yang sepele. Filsafat mempunyai kurikulum yang tidak jelas. Filsafat dari merasa jelas ke merasa tidak jelas. Kita beda dimensi. Apa yang kita dengar dan kita lihat adalah kualitas pertama. Semua yang ada merupakan awal untuk berfilsafat. Apa yang kita lihat adalah kualitas satu, sedangkan metafisik adalah kualitas lebih. Metafisik yang disebalik yang nampak.
Ilmu itu tidak fakir, tidak berilmu itu fakir, fakir cenderung miskin, orang yang tidak berilmu itu cenderung miskin, orang miskin cenderung tidak berilmu. Jadi, miskin itu cenderung fakir. Pendidikan adalah ciri keberadaban kemajuan bangsa. Cerdas itu tidak hanya dipikiran tetapi di hati dan tingkah laku juga. Belajar itu hidup. Artinya hidup adalah menembus ruang dan waktu. Belajar filsafat tidak sekedar orang dewasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

EUFOPHORIA BELAJAR FILSAFAT

Refleksi - Kuliah Prof. Marsigit Atin Argianti (18709251001/ PM A) Selasa, 2 Oktober 2018 Pak Marsigit dan Kami sama-sama meningka...